Tampilkan postingan dengan label Indeks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indeks. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2008

IHSG Ditutup Turun 1,88 Persen

Pada sore tadi IHSG ditutup turun 1,88 persen menjadi 2.185,62. Penurunan ini salah satunya diakibatkan oleh merosotnya saham sektor tambang yang menampilkan Bumi Resources yang tercatat minus 9,4 persen.

Bukan hanya sektor tambang yang menjadi biang keladi penurunan IHSG. Sektor komoditas berperan penting dalam merusak IHSG. Penurunan sektor komoditas disebabkan oleh menurunnya harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai US$120 per barel dan masih berpotensi mencapai US$100 per barel.

Berikut rinciannya:
Indeks sektor tambang turun 6,18 peren
Indeks sektor pertanian turun 3,11 persen
Perdagangan negatif 3,50 persen
Indeks saham sektor finansial naik 0,45 persen
Aneka industri naik 0,51 persen

Top losers:
ITMG turun 9,13 persen menjadi Rp25.850
TINS turun 5,37 persen menjadi Rp29.900
AALI turun 4,03 persen menjadi Rp20.200
PTBA terkoreksi 6,51 persen menjadi Rp12.200
BUMI turun 9,40 persen menjadi Rp5.300


Senin, 28 Juli 2008

IHSG Naik

Aksi borong investor pada saham GGRM, perbankan dan BUMI memicu kenaikan IHSG di Bursa Efek Indonesia. IHSG tercatat naik sebesar 1,35 persen menjadi 2.275,68.

Pada sesi dua perdagangan sore tadi saham-saham perbankan merajai lantai bursa. Berikut daftar beberapa saham-saham perbankan:

BBNI naik 60 persen menjadi Rp1.420
BBRI naik Rp50 menjadi Rp6.050
BNBA naik Rp15 menjadi Rp115
PNBN terkoreksi Rp10 menjadi Rp930
LPBN minus Rp50 menjadi Rp2.750

Adanya koreksi pada harga minyak mentah langsung menjadika harga saham sektor tambang melonjak sehingga indeks saham sektor tambang naik menjadi 2.888 atau 13,77 persen. Berikut daftar beberapa saham-saham sektor tambang:

BUMI, ADRO Rp40 menjadi Rp1.670
INCO naik Rp100 menjadi Rp4.425
TINS naik Rp900 menjadi Rp31.000

Harga minyak dunia yang menjadi aktor utama sementara dalam minggu ini sangat berdampak bagi IHSG hari ini, contohnya, ketika harga minyak naik, maka berakibat negatif bagi sektor lain, namun positif bagi beberapa saham pertambangan. Seiring dengan adanya prediksi perlambatan permintaan yang disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi global terutama Amerika dan China, rupanya sangat berpengaruh terhadap belum stabilnya harga minyak dan menjadikan para investor tidak berani atau lebih tepatnya belum berani memutuskan arah untuk harga minyak--apakah akan rebound atau turun.

Sementara itu saham sektor pertanian rupanya masih dilirik dan mencatat kenaikan harga, terbukti dari naiknya indeks pertanian walaupun hanya kenaikan tipis, yaitu hanya 0,62 persen menjadi 2.360. Berikut daftar beberapa saham-saham sektor pertanian:

SGRO naik Rp50 menjadi Rp3.175
AALI tidak bergerak pada level Rp21.750
UNSP terkoreksi Rp30 menjadi Rp1.370

Lumayan untuk sektor pertanian, setidaknya naik, tidak seperti saham aneka industri yang malah terkoreksi: minus 1,19 persen menjadi 227,33 dikarenakan penurunan harga ASII yang tercatat minus Rp400 menjadi Rp21.950.

Sebelumnya saya sudah menulis tentang GGRM pada sesi satu perdagangan hari senin. Pada sesi dua, GGRM menjadi top gainers, melejit 19,23 persen atau Rp1.000 menjadi Rp6.200 dengan nilai transaksi Rp7,82 miliar, disusul ULTJ naik 28,57 persen menjadi Rp720 senilai Rp1,63 miliar, BUMI naik 6,72 persen atau Rp350 menjadi Rp6.300.

Piuh...

Sabtu, 26 Juli 2008

Wall Street Terangkat

Terdorong oleh laporan-laporan melebihi perkiraan pada pesanan barang manufaktur tahan lama dan penjualan rumah baru, Saham-saham di Wall Street rebound pada Jumat waktu setempat atau Sabtu WIB. Data pemesanan barang manufaktur tahan lama memperlihatkan kenaikan sebesar 0,8 persen pada Juni, hal ini mengalahkan ekspektasi turun 0,3 persen. Dan data tentang penjualan rumah baru AS lebih baik daripada perkiraan 505.000 unit, yaitu pada level tahunan 530.000 unit atau lebih baik 0,6 persen dari perkiraan.

Indeks DJIA naik 21,41 poin atau 0,19 persen, ditutup pada 11.370,69, rebound dari 2,4 persen pada hari Kamis. Indeks komposit Nasdaq naik 30,42 poin atau 1,33 persen, ditutup 2.310,43. Indeks Standard & Poor`s 500 naik 5,22 poin atau 0,42 persen dan ditutup 1.257,76.


Jumat, 25 Juli 2008

IHSG Turun

Dalam jangka waktu seminggu ini IHSG mengalami peningkatan yang lumayan setelah menguatnya saham properti, perbankan dan aneka industri serta baiknya laporan keuangan dari beberapa emiten pada semester I 2008 dan juga karena adanya sentimen positif dari melemahnya harga minyak dunia. Namun pada hari ini IHSG ditutup melemah.

Selain karena melemahnya bursa global dan menguatnya harga minyak dunia menjadi US$125,5 atau terjadi kenaikan sebesar US$1 per barel, aksi profit taking juga berperan dalam meminta korban. Kali ini yang menjadi korban adalah IHSG. Pada penutupan perdagangan sesi pagi IHSG melemah sebesar15,164 poin atau -0,67 persen menjadi 2.241,890.

Kamis, 24 Juli 2008

Pengaruh Dow Jones Terhadap IHSG

Isu profit taking mewarnai perdagangan pada hari jum'at, 25-07-2008. IHSG yang terus melonjak selama empat hari ini semakin menguatkan isu akan adanya profit taking dari sejumlah saham. IHSG diprediksikan akan melemah seiring dengan melemahnya bursa regional yang diakibatkan oleh melemahnya Dow Jones pada perdagangan hari kamis, 27-07-2008.

DJIA turun 283,19 poin atau 2,43 persen ke level 11.349,28. Sementara itu Nasdaq merosot 45,77 poin atau setara dengan 1,97 persen ke level 2.280,11. Indeks Nikkei-225 turun 148,25 point atau 1,09 persen ke level 13.455,06 pada saat pembukaan akhir pekan ini.

Turunnya DJIA atau Dow Jones Industrial Average diakibatkan oleh data pasar perumahan yang ternyata overvalue. Dilaporkan bahwa penjualan rumah di Amerika Serikat pada bulan Juni merosot ke dalam titik terendah selama 10 tahun terakhir, sebanyak 2,6 persen.