Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label saham. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2008

Kalbe Farma Rencanakan Buyback

PT Kalbe Farma Tbk atau KLBF sudah membeli saham sebanyak 485,24 juta lembar dari 1,01 miliar saham yang diijinkan untuk dibeli kembali atau buyback dengan dana yang sudah dikeluarkan sebesar Rp520,79 miliar. Perseroan masih memiliki dana sebesar US$709,21 miliar untuk buyback saham sebanyak 530 juta saham hingga 7 Agustus 2008. Terakhir perseroan mendapatkan saham sebanyak 4,78 persen dari total saham yang diterbitkan yang sudah dilakukan pada 31 Juli 2008 oleh PT Danareksa Sekuritas sebagai broker pelaksana dari sejumlah 50,74 juta saham seharga Rp794 per lembar sehingga dana yang sudah dipakai adalah Rp40,36 miliar. Pembelian ini berdasarkan keputusan RUPSLB Kalbe Farma pada 8 Februari 2007.

Sebelumnya KLBF telah melakukan buyback pada tanggal 30 Juni 2008 sebanyak 59,6 juta saham dengan mengeluarkan dana sebesar Rp51,9 miliar, dengan harga rata-rata sebesar Rp870,22, maka KLBF telah buyback sebanyak 434,5 Juta saham perseroan. Batas waktu buyback hingga tanggal 7 Agustus 2008 sebanyak 530 juta lembar dengan dana tersisa Rp709,21 miliar. Menariknya, perseroan tidak menetapkan harga maksimal buyback saham dan juga jumlah dana yang digunakan sudah termasuk biaya transaksi.

Kenaikan Tak Wajar Saham SMSM

Bursa Efek Indonesia menyurati PT Selamat Sempurna Tbk untuk meminta konfirmasi menyangkut kenaikan tak wajar saham. BEI menilai peningkatan harga saham dan aktivitas transaksi saham SMSM diluar kebiasaan jika dibandingkan dengan periode sebelumnya atau unusual market activity. Pihak BEI telah meminta konfirmasi pada 23 Juli yang telah diumumkan pada 25 Juli.

BEI menganjurkan investor untuk memperhatikan jawaban perseroan atas permintaan konfirmasi ini. Selain itu, investor juga diminta untuk mencermati kinerja perseroan dan juga menyangkut keterbukaan informasi dari perseroan. Disebutkan bahwa para investor juga perlu mengkaji rencana corporate action yang akan dilakukan perseroan apabila rencana tersebut belum mendapat persetujuan RUPS.

Sepanjang tahun ini kenaikan harga terbesar terjadi pada tanggal 28 Juli, yakni naik 21,21 persen menjadi Rp800. Sedangkan harga tertinggi saham tersebut adalah Rp990 dan terendah Rp350 pada tanggal 31 Maret dengan rata-rata harga Rp527. Tercatat transaksi kemarin (senin) naik 19,28 persen dari Rp830 menjadi Rp990. Harga saham Selamat Sempurna atau SMSM sore ini (selasa) turun 1,01 persen atau Rp10 menjadi Rp980 setelah sebelumnya sempat mencatat level tertinggi untuk tahun ini yaitu, Rp990 pada tanggal 4 Agustus. Namun begitu, sebelumnya sejak tanggal 25 Juli 2008 harga sudah melambung Rp330 atau 44,83 persen.

Pada saat ini BEI sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas dari transaksi saham SMSM.

IHSG Ditutup Turun 1,88 Persen

Pada sore tadi IHSG ditutup turun 1,88 persen menjadi 2.185,62. Penurunan ini salah satunya diakibatkan oleh merosotnya saham sektor tambang yang menampilkan Bumi Resources yang tercatat minus 9,4 persen.

Bukan hanya sektor tambang yang menjadi biang keladi penurunan IHSG. Sektor komoditas berperan penting dalam merusak IHSG. Penurunan sektor komoditas disebabkan oleh menurunnya harga minyak mentah dunia yang saat ini mencapai US$120 per barel dan masih berpotensi mencapai US$100 per barel.

Berikut rinciannya:
Indeks sektor tambang turun 6,18 peren
Indeks sektor pertanian turun 3,11 persen
Perdagangan negatif 3,50 persen
Indeks saham sektor finansial naik 0,45 persen
Aneka industri naik 0,51 persen

Top losers:
ITMG turun 9,13 persen menjadi Rp25.850
TINS turun 5,37 persen menjadi Rp29.900
AALI turun 4,03 persen menjadi Rp20.200
PTBA terkoreksi 6,51 persen menjadi Rp12.200
BUMI turun 9,40 persen menjadi Rp5.300


Senin, 04 Agustus 2008

IHSG Turun 0,93 Persen

Terseret saham pertanian, pertambangan dan aneka industri, IHSG ditutup turun 0,93 persen menjadi 2.227,68. Indeks saham sektor pertambangan menekan IHSG sejak sesi pembukaan dengan anjlok 3,52 persen dikarenakan penurunan harga PTBA yang minus 4,04 persen menjadi Rp13.050. Selama hari senin hanya ada tiga dari 10 indeks saham sektor industri di BEI yang naik yaitu finansial 0,91 persen, konsumer 0,68 persen dan infrastruktur 0,2 persen.

Top losers sore tadi:
DLTA turun 16 persen menjadi Rp21.000
ITMG terkoreksi 3,06 persen menjadi Rp28.450
TINS turun 1,55 persen menjadi Rp31.600
PTBA, ASII turun 2,04 persen menjadi Rp21.600
HMSP turun 3,50 persen menjadi Rp11.000

Top gainers sore tadi:
BATA naik 4,71 persen menjadi Rp20.000
TLKM naik 3,92 persen menjadi Rp7.950
BISI naik 8,57 persen menjadi Rp3.800
UNVR naik 3,03 persen menjadi Rp6.800

Minggu, 27 Juli 2008

GGRM Naik

Setelah Rachman Halim yang menjabat sebagai Komisaris Utama Gudang Garam dilaporkan meninggal di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pada Minggu pukul 5.16, saham GGRM mengalami kenaikan tajam dalam kurun waktu kurang lebih sembilan tahun, yaitu sekitar 19,23 persen.

Pada penutupan akhir pekan lalu, harga GGRM masih Rp5.200, namun pada penutupan perdagangan sesi pagi ini (senin), harga GGRM meningkat menjadi Rp6.200 atau mengalami peningkatan sebesar Rp1.000.

Meningkatnya harga saham GGRM ini dikarenakan oleh adanya spekulasi dari pasar yang menyatakan bahwa meninggalnya Rachman Halim selaku pemilik perusahaan yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama dari PT Gudang Garam Tbk menjurus pada isu akan dijualnya perusahaan rokok terbesar kedua di Indonesia ini kepada perusahaan rokok multinasional.

Menurut peringkat yang dibuat oleh JP Morgan, di tengah penurunan IHSG selama tahun ini yang berkisar di angka 18 persen, Gudang Garam mencatat penurunan sebesar 27 persen. Penurunan sebesar itu sangat besar bagi perusahaan sebesar Gudang Garam mengingat 27 persen penurunan tersebut dialami hanya dalam kurun waktu setengah tahun. Namun angka tersebut bukan apa-apa mengingat adanya perbandingan saham GGRM terhadap penurunan IHSG. Jika kita hanya melihat penurunan harga dari GGRM maka kita akan mendapatkan angka kerugian yang lebih besar lagi. Tercatat pada tanggal 14 Januari 2008 adalah harga tertinggi untuk saham GGRM, yaitu Rp8.700, sedangkan pada tanggal 22 Juli 2008, GGRM mencapai titik terendah, yaitu terpeleset ke angka Rp4.950. Dalam kurun waktu itu (14 Januari-22 Juli), saham GGRM mengalami penurunan sebesar 52 persen.

Kamis, 24 Juli 2008

Naiknya Pasar Saham Eropa

Geliat perekonomian Eropa yang semakin hari semakin mantap berimbas ke berbagai bidang. Hal ini tentu saja sangat positif mengingat Eropa merupakan salah satu pusat perekonomian dunia. Kota-kota seperti London, Paris, Milan, Frankfurt merupakan beberapa titik penting yang menjadi tonggak pergerakan positif Eropa dala bidang ekonomi. Semua terbukti dengan selalu bergairahnya bursa-bursa di kota-kota tersebut setiap harinya.

Semakin pesat dan berkembangnya perekonomian Eropa salah satu contohnya ditandai dengan terkatrolnya indeks-indeks saham di sana. Sebagai contoh, pada hari Rabu terjadi kenaikan pada saham pasar Eropa. Di London indeks FTSE 100 meningkat 1,60 persen menjadi 5.449,90 pada saat penutupan. Indeks CAC 40 di Paris melambung 1,88 persen menuju angka 6.536,09.