Tampilkan postingan dengan label Minyak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minyak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Juli 2008

Harga Bahan Bakar Khusus Turun

Dijadwalkan mulai tanggal 1 Agustus 2008, harga Bahan Bakar Khusus turun. Berikut ini adalah daftar dari harga baru BBK hingga hari Kamis tanggal 31 Juli 2008:
Pertamax Plus:
  1. Batam Rp 9.500 dari Rp 10.000
  2. SPBU Bersaing Rp 10.050 dari Rp 10.700
  3. UPms I Rp 10.250 dari Rp 11.000
  4. UPms III Rp 10.100 dari Rp 10.750
  5. UPms IV dan V Rp 10.300 dari Rp 11.000
  6. UPms VI Rp 10.300 dari Rp 11.000

Pertamina Dex:

  1. UPms III dan V Rp 12.900 dari Rp 13.500

Biopertamax:

  1. UPms III Rp 9.850 dari Rp 10.600
  2. UPms V Rp 10.000 dari Rp 10.750
  3. Bali Rp 10.150 dari Rp 10.800.

Pertamax:

  1. UPms I Rp 9.950 dari Rp 10.900
  2. UPms II Rp 10.200 dari Rp 10.900
  3. UPms III Rp 9.850dari Rp 10.600
  4. UPms IV dan V Rp 10.000 dari Rp 10.750
  5. UPms VI Rp 10.000 dari Rp 10.700
  6. UPms VII Rp 10.250 dari Rp 11.000
  7. Palu Rp 11.250 dari Rp 12.000
  8. Bali Rp 10.150 dari Rp 10.800
  9. SPBU Bersaing Rp 9.800 dari Rp 10.550
  10. Bangka Rp 11.300 dari Rp 12.000

Sabtu, 26 Juli 2008

Minyak US$ 100 Per Barrel

Pada hari Jumat, salah satu anggota OPEC, Venezuela setuju menjual minyak kepada Spanyol sebesar US$100 kepada Spanyol sebanyak 10.000 barel per hari. Disetujui bahwa Spanyol akan membayar minyak tersebut selain dengan uang, juga dengan obat-obatan dan barang lainnya.

Spanyol dan Venezuela membuat perbedaan dengan harga minyak di pasar dunia, dengan menyediakan pasokan bahan bangunan, teknologi baru dan obat-obatan. Salah satu acuan Venezuela untuk menjual minyaknya di harga tersebut adalah karena adanya keyakinan dari mereka bahwa harga minyak dunia akan mencapi harga US$100 per barel.

Minyak Fluktuatif

Harga minyak dunia kini sangat fluktuatif. Setelah kemarin atau Kamis WIB menunjukan penguatan dikarenakan oleh adanya technical rebound setelah dua hari sebelumnya menurun tajam, kini hari sabtu WIB atau jumat waktu New York, harga minyak kembali melemah.

Minyak mentah light sweet jatuh US$2,23 menjadi US$123,26 per barrel pada saat penutupan di New York. Light Sweet adalah minyak mentah yang dijadwalkan untuk pengiriman bulan September. Di London, minyak mentah Brent North Sea turun US$1,92 menjadi US$125,02 per barrel untuk pengiriman bulan September. Dengan demikian pekan ini saja harga minyak dunia telah merosot sebesar US$5,62.


Selasa, 22 Juli 2008

Harga Minyak Di Tengah Badai Dolly

Seiring dengan munculnya badai Dolly di teluk Meksiko, harga minyak pun turut bergoyang. Setelah sempat jatuh hingga lebih dari US$16 pekan lalu, harga minyak mulai naik kembali pada hari senin waktu setempat. Penurunan pekan lalu disebabkan oleh banyak faktor terutama karena adanya angin topan tropin di teluk Meksiko dan juga banyaknya tekanan terhadap Iran untuk dengan segera menghentikan program nuklirnya, mengingat Iran sebagai produsen minyak terbesar keempat di dunia.

Badai Dolly di teluk Meksiko ini turut mengancam fasilitas minyak dan gas di kawasan tersebut, salah satunya adalah Shell yang hingga saat ini telah mengevakuasi kurang lebih 185 karyawannya dari lokasi tersebut.

New York, minyak mentah jenis "light sweet" menguat US$2,16 dan ditutup pada US$131,04 per barrel untuk pengiriman Agustus. London, Brent North Sea melonjak US$2,42 menjadi US$132,61 per barrel untuk pengiriman September.

Hingga saat ini OPEC tetap pada keputusan untuk menolak meningkatkan produksi minyak mentahnya. Hal ini membuat, Pusat Studi Energi Global (CGES), menghimbau OPEC untuk menjual heavy sour crude yang lebih mahal untuk penyulingannya daripada minyak mentah light sweet dengan diskon terbesar.

Harga minyak pada saat ini tampak berputar sekitar US$150 per barrel. Pada awal bulan ini harga minyak melambung hingga US$147 per barrel, sebagian indikasi dikarenakan melemahnya US$ dan juga terjadinya ketegangan dikarenakan misi nuklir Iran.

Gejala kenaikan harga minyak ini akan sangat membuat dunia masuk ke dalam masa resesi jika saja harga minyak dunia mencapai lebih dari US$150. Sebagian negara negara berkembang bahakan telah memasuki tahap awal resesi.